Minggu, 21 Oktober 2012

Sudah Bisa untuk Naik ke Bulan



“Sebagaimana kita ketahui bahwa pada saat sekarang ini jumlah karya ilmiah dari Perguruan Tinggi di Indonesia secara total masih rendah jika dibandingkan dengan Malaysia, hanya sekitar sepertujuh. Hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk meningkatkannya,” kalimat itulah yang membuka surat edaran DIKTI awal tahun ini berkaitan dengan keharusan membuat makalah yang diterbitkan pada suatu jurnal.
Yang menjadi pertanyaan kita saat ini bukanlah mengapa DIKTI harus membandingkan kita dengan negara lain, melainkan mengapa jumlah karya ilmiah yang inovatif di Indonesia masih sangat kurang.
Dalam kenyataan yang kita temui dewasa kini, jarang sekali mahasiswa melakukan penelitian. Tak dapat dipungkiri bahwa tak semua mahasiswa memiliki minat dalam bidang penelitian, karena minat mereka yang bermacam-macam, baik di bidang penelitian itu sendiri, bidang kewirausahaan atau entrepreneurship, maupun minat lainnya. Misalpun ada, itupun sebagai tugas pokok seorang mahasiswa yaitu ketika melakukan skripsi. 

Begitu pula dengan dosen, dibalik kehidupan seorang dosen yang sangat sibuk dengan berbagai tugas akademiknya, mereka juga memiliki aktivitas lain sehingga waktu yang bisa digunakan untuk penelitian menjadi berkurang. Dosen harus sadar untuk melakukan penelitian. Dalam tridarma perguruan tinggi, salah satunya  terdapat unsure melakukan penelitian. Tanpa melakukan penelitian, ilmu tidak akan berkembang. Ilmu atau informasi yang kita dapatkan harus kita cari kebenaran dan manfaatnya dengan suatu penelitian.
Menurut Olga Afriandani, seorang mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM, kurangnya penghargaan dari banyak pihak terhadap suatu penelitian maupun peneliti itu sendiri menjadi salah satu kendala dalam mengembangkan penelitian yang inovatif di Indonesia.
Berbeda dengan pendapat Bono Setyo, dosen ilmu komunikasi UIN Sunan Kalijaga, menurut beliau  dana untuk penelitian di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, banyak peneliti-peneliti Indonesia yang lebih suka mencari dana riset dari luar negeri disamping jumlah dananya yang sangat memadai juga kemudahan2 lainnya seperti administrasi pelaporan penggunaan dana dan lain hal sebagainya.
Terlepas dari alasan-alasan tersebut, jumlah mahasiswa dan dosen yang melakukan penelitian meskipun masih minim, tetapi jumlahnya dari tahun ke tahun semakin meningkat.  Hal ini didukung dengan kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah, Pekan Kreativitas Mahasiswa, hibah penelitian, maupun perlombaan-perlombaan yang mendukung lainnya. Akan tetapi, apakah penelitian-penelitian yang sudah dilakukan di Indonesia sudah inovatif.

Menurut Pajar Hatma Indra Jaya, dosen Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga,Penelitian kita sudah bisa digunakan untuk naik ke bulan. Satu orang mahasiswa untuk lulus harus membuat tugas akhir yang rata-rata berwujud penelitian. Jika hasil penelitian itu disusun menjadi tangga konon katanya bisa digunakan untuk naik ke bulan. Ini sindiran untuk dunia pendidikan kita, bahwa banyak penelitian yang tidak menghasilkan apa-apa, kecuali gelar sarjana.”

Untuk penelitian yang dilakukan oleh dosen, mayoritas sudah inovatif. Akan tetapi, sebagian besar penelitian di Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa hanyalah sebagai sarana untuk mendapatkan suatu kelulusan dari perguruan tinggi. Hal ini tak dapat dipungkiri jika penelitian-penelitian tersebut hanyalah seputar ilmu ataupun hasil dan informasi yang telah ada, bukanlah menciptakan suatu produk baru, atau minimal memperbaharui produk yang telah ada.

Akan tetapi, banyak pula inovasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Dengan adanya berbagai kompetisi robot, aplikasi teknologi, maupun kompetisi inovasi di berbagai bidang ilmu lainnya dapat menambah ketertarikan mahasiswa untuk melakukan inovasi-inovasi yang lebih banyak.

Agar penelitian inovatif  yang dilakukan oleh mahasiswa semakin banyak, perlu pengarahan yang tepat oleh berbagai pihak.  Perlu ditumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya inovasi dalam hal pengembangan iptek. Perlu juga pengetahuan bahwa penelitian dapat diaplikasikan dengan aspek yang lain, salah satunya dalam hal entrepreneur.

Menurut Ir.Lukito Edi Nugroho, M.Sc, Ph.D, kepala Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi InformasiUGM, untuk menambah minat mahasiswa di bidang penelitian inovatif, pemerintah beserta stakeholder harus mampu memfasilitasi mahasiswa dan memberikan suasana yang kondusif untuk mengembangkan penelitian.

sang pujangga,
Imam Andriano Risoyo
essay ini pernah dimuat dalam rubrik Suara Kampus
Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat tahun 2012

download link:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar