Mungkin terlalu berlebihan untuk menceritakan kisah kecil dalam perjalanan hidup ini. Seuntai kisah yang tidak terlalu hebat untuk disampaikan. Tapi tanpa kisah, hidup akan sia-sia dan menghilang bagai debu yang beterbangan diterpa angin.
Kisah perjalanan anak muda yang mungkin sudah biasa dilakukan oleh orang-orang. Aktivitas camping di Pantai sudah banyak yang mengalami. Akan tetapi, kisah persahabatan ini mungkin masih banyak yang belum merasakan. Kebanyakan mereka datang hanya untuk bersenang-senang, menenangkan pikiran, tetapi tanpa menghayati arti persahabatan, semua itu hanya akan musnah diterpa waktu.
Bagi sebagian orang, apa yang telah kami lakukan hanyalah membuang-buang waktu, pergi meninggalkan kota di tengah malam, pergi memancing tanpa hasil seekor ikanpun, dan akhirnya hanya bermain kartu dan berlarian menerjang ombak yang datang. Akan tetapi, jika hidup ini ini hanya dihabiskan untuk belajar dan bekerja tanpa mengukir kisah-kisah konyol yang mengesankan, tak akan ada cerita yang dapat disampaikan di hari tua. Hanya uang dan nilai yang akan menjadi patokan kepuasan. Memang, hidup tanpa berkarya akan membuat kita mati tanpa meninggalkan nama, tapi hidup tanpa kasih dan persahabatan akan membuat kita hidup seperti benda mati. Untuk itulah kita tidak bisa meninggalkan satu di antara keduanya.
Kisah perjalanan anak muda yang mungkin sudah biasa dilakukan oleh orang-orang. Aktivitas camping di Pantai sudah banyak yang mengalami. Akan tetapi, kisah persahabatan ini mungkin masih banyak yang belum merasakan. Kebanyakan mereka datang hanya untuk bersenang-senang, menenangkan pikiran, tetapi tanpa menghayati arti persahabatan, semua itu hanya akan musnah diterpa waktu.
Bagi sebagian orang, apa yang telah kami lakukan hanyalah membuang-buang waktu, pergi meninggalkan kota di tengah malam, pergi memancing tanpa hasil seekor ikanpun, dan akhirnya hanya bermain kartu dan berlarian menerjang ombak yang datang. Akan tetapi, jika hidup ini ini hanya dihabiskan untuk belajar dan bekerja tanpa mengukir kisah-kisah konyol yang mengesankan, tak akan ada cerita yang dapat disampaikan di hari tua. Hanya uang dan nilai yang akan menjadi patokan kepuasan. Memang, hidup tanpa berkarya akan membuat kita mati tanpa meninggalkan nama, tapi hidup tanpa kasih dan persahabatan akan membuat kita hidup seperti benda mati. Untuk itulah kita tidak bisa meninggalkan satu di antara keduanya.
Mungkin sulit untuk mengisahkan pengalaman ini, karena rasa puas yang kami rasakan melebihi alur cerita yang ada. Sehingga mungkin saja subyektifitas perasaan ini yang telah tertuai, tanpa sedikitpun menjelaskan apakah yang telah terjadi.
Kami, empat orang mahasiswa Universitas di Jogja meninggalkan rutinitas keseharian belajar serta tugas2 yang masih menumpuk untuk pergi ke Wonosari. Banyak teman yang menolak ajakan kami dengan alasan musim hujan, kurang kerjaan, ataupun membuang2 waktu. Akan tetapi hal tersebut tak sedikitpun menyurutkan niat kami, dengan nekat kami berangkat selepas maghrib dengan dua buah sepeda motor. Tak ada rencana apapun yang akan kami lakukan di sana, hanya tenda, pakaian, kail, dan kartu remi yang kami bawa.
Sesampai di pantai, tak ada tanda2 wisatawan lain yang datang, hanya kami berempat. Bergegas kami titipkan sepeda motor pada salah satu rumah warga. Tak ada seorangpun yang mengerti bagaimana cara mendirikan tenda yang telah kami sewa. Namun dengan kegigihan yang ada, tenda itu dapat berdiri juga.
Sesampai di pantai, tak ada tanda2 wisatawan lain yang datang, hanya kami berempat. Bergegas kami titipkan sepeda motor pada salah satu rumah warga. Tak ada seorangpun yang mengerti bagaimana cara mendirikan tenda yang telah kami sewa. Namun dengan kegigihan yang ada, tenda itu dapat berdiri juga.
Segera kami memulai aktivitas memancing di tepi pantai, apa yang telah kami lakukan hanya seperti hal bodoh saja, memancing di laut hanya bermodalkan cacing, benang pendek, dan kail. Alhasil tak seekor ikanpun yang mencolek umpan kami. Meski berbagai jerih payah usaha telah dilakukan, meski kami sudah memanjat ke atas karang, nampaknya semuanya sia-sia saja dalam kurun waktu sekian jam. Dan akhirnya bintang-bintang yang berkelap-kelip mampu mengalihkan perhatian kami sambil bercengkrama dengan hangat.
Tak lama kemudian kami tertarik untuk memainkan kartu-kartu remi yang ada. Hingga penghujung malam kami melakukannya di dalam tenda yang sempit hingga tawa kami mampu membuat anjing pantai lari pergi ketakutan. Sungguh indah malam panjang yang telah kami alami. Tak luput pula salah seorang menjadi korban kejailan teman yang lain. Suara kentut yang saling beradu, cairan oles anti nyamuk yang mendarat di muka, hingga terdesak tidur ke luar tenda. Begitu menyenangkan.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, kami bermain air di pantai. Lempar-lemparan pasir putih, saling berebut bola yang kami beli dari warung di ujung pantai, hingga mengubur teman dengan pasir pantai. Sungguh berbeda apa yang kami rasakan dengan keseharian kami.
Tak lama kemudian kami tertarik untuk memainkan kartu-kartu remi yang ada. Hingga penghujung malam kami melakukannya di dalam tenda yang sempit hingga tawa kami mampu membuat anjing pantai lari pergi ketakutan. Sungguh indah malam panjang yang telah kami alami. Tak luput pula salah seorang menjadi korban kejailan teman yang lain. Suara kentut yang saling beradu, cairan oles anti nyamuk yang mendarat di muka, hingga terdesak tidur ke luar tenda. Begitu menyenangkan.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada, kami bermain air di pantai. Lempar-lemparan pasir putih, saling berebut bola yang kami beli dari warung di ujung pantai, hingga mengubur teman dengan pasir pantai. Sungguh berbeda apa yang kami rasakan dengan keseharian kami.
Perlu suatu hari nanti kami datang lagi untuk bernostalgia dia pantai Sundak dan Sadranan wonosari.
14-15 Desember 2012,
Imam Andriano Risoyo
Imam Andriano Risoyo