Saya adalah salah seorang mahasiswa yang berasal dari sebuah desa di Magelang. Sebuah tempat yang berada di sebelah timur Gunung Merbabu yang kondang di Jawa Tengah.
Meski penduduk desa ini telah
mengenal peradaban kota dan dunia modern, tetapi mereka tetap menjaga
eksistensi budaya yang ada. Salah satu buktinya adalah Nyadran.
Nyadran
adalah sebuah perayaan yang dilakukan oleh penduduk, biasanya di desa,
setiap menjelang bulan ramadhan, tetapi kadang ada pula yang dilakukan di bulan lain. Jadi, upacara adat ini sangat berkaitan
dengan warisan budaya Islam.
Pada hari-H sebagian penduduk desa yang berada
di kota besar pulang kampung untuk mendoakan arwah leluhur mereka. Pada
pukul 7 pagi, semua warga desa berbondong-bondong datang ke lapangan, atau area lain
yang terletak di sebelah makam. Bahkan tetangga desa pun ikut datang ke
sana. Mereka datang dengan membawa berbagai makanan, yang biasanya
disertai ingkung, masakan ayam goreng yang masih utuh belum dipotong-potong. Setelah semua warga berkumpul,
baik tua maupun muda, laki maupun perempuan, acara yang dipimpin
bapak bayan, istilah bagi kepala dusun, dimulai. Upacara dilanjutkan dengan pidato
bapak lurah, lalu tahlil dimulai dengan dipimpin bapak kaum atau sering disebut pemuka agama di desa. Tujuan
dari tahlil ini adalah untuk mendoakan arwah leluhur yang telah
meninggal mendahului mereka. Setelah itu mereka beramai-ramai menyantap
makanan mereka. Tak lupa mereka saling berbagi makanan satu sama lain.
http://beblemi-batoanx.blogspot.com/2008/08/nyadran-budaya-jawa-yang-terjaga.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar